Restoran Palsu malah jadi nomor 1 di tripadvisor

Sumber: Vice

Fake Resturant? It doesn’t sound right, right?

Tapi nyata nya, akhir-akhir ini London sedang di hebohkan dengan adanya restoran bohongan yang berhasil menduduki peringkat pertama di TripAdvisor. The fact that Oobah Butler create this idea is absolutely ridiculous! How can he gets that much of an attention withouth making the real effort of having a real restaurant?
Hanya dalam waktu sekitar 6 bulan, Oobah Butler berhasil membuat restoran khalayannya yang diberi nama THE SHED AT DULWICH, menjadi pusat perhatian seluruh penduduk London.
Dari hasil interview Vice, ia memaparkan beberapa hal yang sudah ia lakukan untuk membuat restoran ini benar-benar terkenal.

1. Meminta Fake Review
Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan diisinya kolum review pada restoran yang kita buat. Oobah meminta banyak teman-temannya untuk menggambarkan sebuah restoran nyaman yang memiliki kriteria: outdoor seats, restoran unik atau aneh, homely which means tiny, dan harus berdasarkan reservasi. Hal ini ia lakukan untuk meminimalisir kemungkinan ada yang mendatangi restoran secara tiba-tiba. Pintar ya?
Ia juga tidak lupa untuk melengkapi kebohongannya dengan membeli telpon gengang yang tentunya memiliki LAN Line. Hal ini dilakukan untuk membuat restoran ini terlihat lebih “nyata”.

2. Membuat Website Restoran
Hal ini merupakan salah satu yang dicari-cari oleh para masyarakat London yang penasaran. Website ini melingkup tema menu-menu makanan yang disediakan oleh “restoran” ini. Menggunakan tema moods, membuat masyarakat semakin penasaran. Tidak lupa Oobah menambahkan foto makan to boost up the trick. Alat-alat yang ia gunakan untuk membuat foto itu menarik cukup unik, ia menggunakan fake honey, busa dan lain-lain.

3. Terverifikasi oleh Tripadvisor

Saking hebohnya restoran ini, review pun semakin bertambah. Biasanya penulis review membaca review dari orang lain, dan membedakan cara penulisannya. Dengan review yang semakin banyak, hanya dalam waktu 6 bulan, Oobah berhasil membuat “restorannya” menjadi restoran pertama di London, mengalahkan sekitar 18,190 restoran lainnya.
Ia bahkan menjalankan interview via Video Call, untuk meyakinkan masyarakat bahwa restorannya benar-benar ada.
Setelah merasa puas, akhirnya ia memutuskan untuk mengundang “tamu-tamu” nya untuk datang ke backyard rumahnya. Tempat dimana ia mulai menghayal dengan restoran yang dibuatnya sendiri.
Agar semua terlihat nyata, ia mengundang teman-temannya untuk menjadi DJ, Chef dan fake waitress untuk melengkapi esensi dari restorannya. Dan untuk menghilangkan guilty feeling nya, ia menyediakan makanan itu secara gratis.
Dari fenomena ini bisa kita simpulkan bahwa, review atau penilaian orang terhadap restoran atau bisnis kita itu penting. Memberikan masyarakat hal-hal yang mereka inginkan pada restoran. Menarik ya? Bagaimana menurutmu?

adminresep Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *